Efek samping dari Morfin – Morfin merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi nyeri yang berlebihan. Biasanya obat jenis ini digunakan pada penderita kanker hingga serangan jantung.

Efek samping dari Morfin

Namun perlu diperhatikan, konsumsi obat ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Apalagi bagi masyarakat yang berada pada kelompok lanjut usia. Bukan tanpa alasan, mengonsumsi morfin tanpa anjuran dokter dan sembarangan dapat menimbulkan berbagai efek samping bagi kesehatan Anda. Yuk, simak efek samping yang bisa ditimbulkan oleh morfin di artikel ini!

Gangguan kesehatan yang dialami seseorang terkadang menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Rasa sakit yang dialami bisa bermacam-macam, dari sedang hingga berat. Ada berbagai pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa sakit ini, salah satunya dengan penggunaan morfin.

Morfin merupakan salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat. Biasanya morfin digunakan untuk meredakan nyeri akibat operasi, luka serius, pengobatan kanker, hingga serangan jantung.

Biasanya morfin digunakan untuk nyeri yang dialami dalam waktu lama saat obat penghilang rasa sakit jenis lain tidak bekerja secara maksimal. Morfin sendiri termasuk dalam kelompok obat yang dikenal dengan narkotika analgesik. Jenis ini merupakan obat yang akan bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk meredakan nyeri yang dialami seseorang.

Ada berbagai macam jenis morfin yang bisa diberikan sesuai kebutuhan. Mulai dari jenis tablet, kapsul, butiran yang dilarutkan dalam air, cairan yang akan ditelan, disuntikkan, atau melalui obat-obatan yang dimasukkan melalui anus. Pemberian morfin dalam bentuk suntikan hanya diberikan di rumah sakit oleh tim medis.

Catat ini sebelum menggunakan morfin

Morfin sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan. Penggunaan morfin tentunya membutuhkan nasehat, nasehat, dan juga resep dokter. Fakta nya, Anda harus memberi tahu dokter Anda tentang riwayat kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan morfin.

Jika sebelumnya Anda pernah memiliki riwayat alergi obat atau alergen lain, sebaiknya beri tahu dokter agar pengobatan dapat berjalan dengan baik. Tak hanya itu, sebaiknya hindari penggunaan morfin pada anak. Belum ada penelitian lebih lanjut tentang efektivitas penggunaan morfin pada anak-anak.

Penggunaan morfin juga tidak disarankan bagi Anda yang mengalami gangguan pernapasan, riwayat cedera kepala, gangguan ginjal, tekanan darah rendah, dan sedang merencanakan kehamilan atau menyusui. Sebaiknya konsultasikan kondisi ini pada dokter yang peduli dengan kesehatan Anda.

Efek Samping Penggunaan Morfin

Besarnya dosis yang digunakan juga berbeda untuk tiap jenis morfin yang digunakan. Untuk itu, pastikan Anda mengonsumsi morfin dalam dosis yang tepat agar terhindar dari berbagai efek samping yang mungkin terjadi.

Ada beberapa efek samping akibat penggunaan morfin yang tidak tepat, seperti:

  • Ketidaknyamanan yang menyebabkan mual dan muntah.
  • Merasa kelelahan atau kantuk terus-menerus.
  • Pusing hingga vertigo.
  • Sakit kepala.
  • Ruam pada kulit.
  • Gemetar di beberapa bagian tubuh, seperti tangan dan kaki.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Gangguan visual.

Itulah beberapa efek samping yang biasa dialami oleh seseorang yang mengonsumsi morfin. Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat atau tanyakan langsung ke dokter melalui aplikasi kesehatan jika ingin tau mengenai harga medical check up, jika kerabat dekat mengalami gejala lebih lanjut setelah mengonsumsi morfin. Mulai dari pupil mata mengecil, demam, rasa haus yang berlebihan, tekanan darah meningkat, gangguan tidur, hingga pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya medical check up untuk kesehatan, saat ini sudah banyak rumah sakit atau klinik yang menyediakan berbagai macam layanan biaya medical check up dengan harga yang sangat terjangkau, semoga membantu.

Kondisi ini dapat mengindikasikan overdosis konsumsi morfin. Untuk itu, penanganan medis yang tepat perlu dilakukan agar kondisi ini tidak semakin parah. Tidak hanya saat Anda mengonsumsi morfin, saat Anda berhenti mengonsumsi morfin, Anda juga harus berkonsultasi lagi dengan dokter.