Kapan Waktu pemeriksaan Usus Buntu – Pernahkah Anda atau anak Anda mengalami atau sedang mengalami nyeri yang sangat nyeri di perut kanan bawah? Nah, kondisi ini bisa menjadi pertanda usus buntu pada tubuh.

Kapan Waktu pemeriksaan Usus Buntu

Ketahuilah bahwa, jika tidak diobati, radang usus buntu dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Lantas, apa saja gejala radang usus buntu yang dialami penderitanya? Lalu, kapan pasien perlu ke dokter?

Apendisitis biasanya akan menimbulkan beberapa keluhan pada penderitanya. Namun, ada satu gejala yang sangat khas dari radang usus buntu, yaitu sakit perut atau kolik perut.

Gejala awal radang usus buntu biasanya nyeri di pusar, dan berpindah ke perut kanan bawah. Posisi nyeri ini bisa berbeda untuk setiap pasien. Posisi nyeri tergantung pada posisi usus buntu dan usia pasien.

Menurut para ahli di National Institutes of Health (NIH), gejala radang usus buntu sangat bervariasi. Selain itu, dalam beberapa kasus sulit untuk mendeteksi radang usus buntu pada anak kecil, orang tua, dan pada wanita subur.

Meski begitu, kebanyakan penderita mengalami nyeri di sekitar pusar dan perut bagian atas. Rasa sakit ini semakin parah saat Anda berjalan, batuk, atau melakukan gerakan tiba-tiba.

Kembali ke pertanyaan di atas, kapan Anda perlu memeriksakan diri ke dokter karena radang usus buntu? Menurut para ahli di NIH dan National Health Service – UK, jika Anda mengalami sakit perut yang semakin parah, segera periksa kan ke dokter. Jika opsi ini tidak tersedia, atau ingin bertanya seputar biaya medical check up coba tanyakan langsung ke dokter melalui aplikasi kesehatan.

Namun, jika Anda merasakan sakit yang tiba-tiba bertambah parah dan menyebar ke seluruh perut Anda, segera hubungi rumah sakit terdekat dan mintalah ambulans jika diperlukan. Ingat, radang usus buntu adalah kondisi yang membutuhkan perhatian dan tindakan medis segera.

Juga, jika rasa sakit mereda untuk sementara, tetapi kemudian memburuk, masih ada waktu untuk menemui dokter. Usus buntu dapat pecah kapan saja dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Menurut NIH, akan lebih baik jika Anda segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami nyeri di perut kanan bawah, atau gejala radang usus buntu lainnya.

Gejala Berbeda pada Anak

Beda gejala pada orang dewasa, beda gejala radang usus buntu pada anak.

Yang perlu diingat, gejala radang usus buntu pada anak dan orang dewasa tidak selalu sama. Nah, berikut ini beberapa gejala radang usus buntu pada anak yang perlu Anda ketahui:

  • Demam ringan dan nyeri di sekitar pusar.
  • Sakit di bagian tengah perut, bisa datang dan pergi.
  • Nyeri biasanya semakin parah dan menjalar ke perut kanan bawah, beberapa penderita mengalami nyeri yang menjalar ke perut kanan atas, pinggul, dan punggung.
  • Dalam beberapa jam, rasa sakit berpindah ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu biasanya berada, dan menjadi persisten dan memburuk. Saat ditekan atau saat anak batuk atau berjalan, rasa sakitnya bisa bertambah parah.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Peningkatan jumlah sel darah putih, yang merupakan tanda adanya infeksi lain di dalam tubuh.
  • Sedangkan pada bayi dan anak di bawah 2 tahun, gejala radang usus buntu biasanya muntah, kembung, sakit perut, tidak mau makan atau minum, demam, bahkan diare.

Nah, jika si kecil mengalami gejala di atas, segera periksa kan ke rumah sakit pilihannya. Sebelumnya, buatlah janji untuk mendapatkan penawaran harga medical check up dengan dokter di aplikasi kesehatan agar Anda tidak perlu mengantri saat tiba di rumah sakit. Praktis, bukan?